Joko Widodo Berharap Birokrat Muda Inovatif, Tangguh, dan Mengedepankan Kepentingan Bangsa


Dari lorong seukuran lebar 2,5 meter itu ia membuka pintu besi abu-abu. Rambut depan pria berbaju batik hitam-kuning yang sejak tadi terjuntai itu pun sedikit mengayun ke atas ketika udara dingin menyapu kening dan seluruh tubuhnya. 

Langkah pria itu pun terhenti sejenak di ujung dalam lorong itu. Riuh suara orang terdengar begitu pekik di telinganya. Barisan kursi lipat berwarna abu-abu yang masih ia ingat sejak kemarin sore pun kini tidak lagi terlihat. 

“Klung-klung-klung”. Bunyi bambu bernotasi “do”, “re”, “mi” yang begitu ia kenali pun terdengar dari segala penjuru. Ribuan manusia berseragam itu secara bergantian menggoyangkan angklungnya mengikuti seruan seorang pria dan wanita yang berada atas panggung. Harmoni notasi dari angklung pun semakin membahana ketika alat musik itu digoyangkan bersamaan.

“Kita cek ombak dulu. ASN zaman now,” lantang suara pria yang berdiri di depan panggung itu keluar dari pengeras suara.

“Bersih, melayani,” sambut 5.165 CPNS perwakilan kementerian dan Lembaga, membalas ajakan pria tadi sambil mengepalkan tangan.

Saat jarum panjang jam belum genap bergerak 90 derajat ke arah kanan, seorang pria yang berjalan di atas karpet merah masuk dan disambut ribuan tepuk tangan. Semua pasang mata seolah tak ingin kehilangan momen menyaksikan orang nomor satu di Indonesia ini.

Pada acara Presidential Lecture, Selasa (27/03) bertajuk ”Bersatu dalam Harmoni: Menuju Birokrasi Berkelas Dunia 2024” yang diselenggarakan di Istora Senayan ini, Presiden Joko Widodo mengungkapkan harapannya kepada seluruh CPNS untuk berani melakukan inovasi, tangguh dan mau bekerja keras, serta selalu mengedepankan kepentingan bangsa. Pasalnya, Presiden Jokowi—sapaan akrab Joko Widodo—meyakini birokrat-birokrat muda merupakan motor penggerak kemajuan bangsa.

Dengan perkembangan lintas sektor yang begitu pesat, ia pun mengungkapkan bahwa birokrat muda Indonesia dituntut untuk dapat beradaptasi dan mampu bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. 

”Harus kita sadari dan ini harus kita pahami bersama-sama karena perubahan teknologi tersebut akan memunculkan tantangan-tantangan baru; lansekap sosial budaya akan berubah dengan penetrasi digital yang semakin dominan; lansekap ekonomi juga akan berubah dengan berkembangnya digital ekonomi dan fintech (financial technology); dan lansekap politik pun juga akan berubah dengan berkembangnya social media dan semakin aktifnya netizen,” ujar Presiden Joko Widodo.

Di samping itu, Presiden Jokowi pun mengingatkan agar birokrat-birokrat muda dapat bersikap responsif dan memberikan pelayanan masyarakat secara cepat. Yang tidak kalah penting, lanjutnya, aparatur sipil negara perlu memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

“Kalau bahasa anak muda sekarang: harus kepo. Pengen tahu, pengen ngerti . Jangan rutinitas, jangan monoton. Saudara-saudara harus kepoterhadap perkembangan IPTEK; harus kepo terhadap inovasi; harus kepo terhadap dinamika zaman; harus kepo terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat. Jangan hanya kepo terhadap mantan pacar saja,” seru Presiden Jokowi sambil berkelakar.

Dalam acara ini, ribuan birokrat muda pun bersama-sama mempersembahkan lagu kepada Presiden Joko Widodo dengan memainkan angklung  secara bersama-sama. Hal ini pun sekaligus dicatat oleh MURI sebagai permainan angklung terbanyak oleh aparatur sipil negara.

Sumber: LKPP