Kembangkan Kilang Minyak, RI Bisa Hemat Rp 13,5 T/Tahun


Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan pembangunan kilang minyak mendesak. Selain untuk mendukung ketahanan energi nasional, ini juga bisa membuat Indonesia bisa hemat US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun per tahun.

Arcandra menjelaskan, Indonesia masih kekurangan pasokan minyak sekitar 900 ribu barel per hari (bph) dari total kebutuhan rata-rata 1,6-1,7 juta bph. Artinya ada kebutuhan yang harus dipenuhi lewat impor.

"Perbedaan antara kalau kita impor (produk olahan) dengan produk kilang (sendiri) ini mencapai 5%. Kalau dihitung dari harga produk RON 92 di kisaran US$ 72-74 per barel, maka spread-nya sekitar US$ 3,5 per barel, sehari kira-kira US$ 3 juta, atau sekitar US$ 1 miliar setahun. Jadi, kalau mau bikin kilang atau impor, ya kilang," ungkapnya lewat keterangan tertulis, Senin (26/3/2018).

Arcandra menjelaskan saat ini kapasitas kilang nasional sekitar 1 juta bph, sementara produksi minyak mentah nasional ada di kisaran 800 ribu bph.

"Kalau kita lihat produksi (minyak mentah) kita 800 bph, yang benar-benar menjadi hak pemerintah hanya sekitar 400 ribu (bph), sisanya hak KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang bisa dijual kemana saja, sehingga untuk pengolahan di kilang kita masih butuh 400 bph lagi dari impor," lanjutnya.

Pemerintah pun, jelas Arcandra, melalui Kementerian ESDM berkomitmen dalam pembangunan kilang ini.

"Pemerintah sekarang komit sekali. Kita kerjakan RDMP (Refinery Development Master Plan) yaitu meremajakan kilang-kilang eksisting (agar kapasitas meningkat), Cilacap, Balongan, Balikpapan, dan Dumai. Kita bangun 2 kilang baru di Tuban dan Bontang," paparnya.

Dia menambahkan, perlu adanya pemikiran bersama dan kesadaran untuk mengakui bahwa Indonesia saat ini memiliki permasalahan untuk diselesaikan bersama terutama dalam hal ketahanan energi.

"Kita harus bisa mendefinisikan problem statement. Lalu kita cari penyelesaiannya bersama-sama. Itu yang menjadi tugas bapak-bapak semua yang hadir di sini," tegas Arcandra. (hns/hns)

Sumber detik.com